Cari

Memuat...

8 Mei 2013

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERCERlTA DI TK



Oleh : SINTA KURNIA DEWI, S. Pd
 TK Negeri Pembina Kabupaten Kendal

Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini yang berada pada jalur pendidikan formal, seperti yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah nomor 27 Tahun 1990.
Sebagai lembaga pendidikan prasekolah, tugas utama TK adalah mempersiapkan anakdengan memperkenalkan berbagai pengetahuan, sikap/perilaku, dan keterampilan agar anak dapat melanjutkan kegiatan belajar yang sesungguhnya di sekolah dasar.
TK merupakan lembaga pendidikan pra-skolastik atau pra-akademik. Itu artinya, TK tidak mengemban tanggungjawab utama dalam membelajarkan keterampilan membaca dan menulis. Substansi pembinaan kemampuan skolastik atau akademik ini haruslah menjadi tanggung jawab utama lembaga pendidikan sekolah dasar.
Alur pemikiran tersebut tidak selalu sejalan dengan praktik kependidikan baik di TK ataupun SD di Indonesia. Pergeseran tanggungjawab dalam membelajarkan kemampuan skolastik/akademik khususnya yang berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis ini seolah-olah telah bergeser dari sekolah dasar ke TK. Bahkan terdapat SD yang dengan sengaja mengajukan persyaratan atau tes masuk dengan menggunakan konsep akademik, terutama tes membaca dan menuis. Akibatnya banyak TK yang tidak lagi menjalankan fungsinya sebagai tempat bermain yang menyenangkan bagi anak.
Pada dasarnya, membelajarkan persiapan membaca dan menulis di TK dapat saja dilaksanakan selama dalam batas-batas aturan pengembangan pra-skolastik atau pra-akademik. Pembelajaran persiapan membaca dan menulis di TK hendaknya dapat diberikan secara terpadu dalam program pengembangan kemampuan dasar dalam hal ini bidang pengembangan berbahasa dan motorik.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan dan masa peka anak pada aspek perkembangan bahasa ini dapat distimulasi melalui kegiatan bercerita pada anak TK.
Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi setiap orang. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan sosialnya dengan orang lain. Penguasaan keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Disamping itu bahasa merupakan alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan orang lain. Tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak.
Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan bahasa sehingga anak dapat membangun hubungan sehingga tidak mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas. Pengembangan bahasa diarahkan agar anak mampu menggunakan dan mengekspresikan pemikirannya dengan menggunakan kata-kata.
Dengan kata lain pengembangan bahasa lebih diarahkan agar anak dapat:
1.       Mengolah kata secara komprehensif.
2.       Mengekspresikan kata-kata tersebut dalam bahasa utuh (ucapan dan perbuatan) yang dapat dipahami oleh orang lain.
3.       Mengerti setiap kata, mengartikan dan menyampaikannya secara utuh kepada orang lain.
4.       Berargumentasi, meyakinkan orang melalui kata- kata yang diucapkannya.
Pengembangan bahasa anak dapat dilakukan melalui bercerita, mengingat anak didik kurang mampu mengungkapkan kata-kata dengan lancar dan masih sulit berbicara dengan kalimat sederhana yang benar.
Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat memenuhi harapan guru TK dan orang tua pada umumnya untuk mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak di TK melalui Kegiatan Bercerita

dan Apakah kemampuan bahasa  anak usia dini di TK dapat ditingkatkan melalui kegiatan bercerita?


LANDASAN TEORI
A.    Kemampuan Bahasa
1.      Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan tanda atau simbol-simbol dari benda- benda, serta menunjuk pada maksud-maksud tertentu. Kata-kata, kalimat, dan bahasa selalu menampilkan arti-arti tertentu. Sehubungan dengan arti simbolik tadi, bahasa dipakai juga sebagai alat untuk menghayati pengertian-pengertian dan peristiwa-peristiwa di masa lampau, masa kini dan masa mendatang. Oleh karena itu bahasa sangat besar artinya bagi anak sebagai alat bantu.
Bahasa adalah alat komunikasi antar manusia dapat berbentuk lisan, tulisan atau isyarat. Bahasa merupakan simbol-simbol yang disepakati dalam suatu komunitas masyarakat. Pengembangan bahasa untuk anak usia 4-6 tahun difokuskan pada keempat aspek bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dengan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain, anak akan mendapatkan banyak sekali kosa kata, sekaligus juga mengekspresikan dirinya. Anak akan belajar bagaimana berpartisipasi dalam suatu percakapan dan menggunakan bahasanya untuk memecahkan masalah. (Winda dan Azizah Muis, 2008 :231 ).
Pendidik dapat berperan sebagai model yang baik dalam berbicara sehingga anak dapat memperoleh cara berkomunikasi yang sesuai dengan konteks dan memenuhi nilai-nilai kesopanan. Dengan mendapatkan contoh, anak diharapkan dapat mempunyai kecakapan dalam mempresentasikan pemikiran dan perasaannya secara verbal ( Azizah Muis, 2008 : 4.16 ).
2.      Perkembangan Bahasa
Penggunaan bahasa anak akan berkembang sesuai hukum alam, yaitu mengikuti bakat, kodrat, dan ritme perkembangan yang alami. Namun perkembangan tadi sangat dipengaruhi oleh lingkungan atau oleh stimuli ekstern (pengaruh lingkungan). Disamping itu bahasa anak terpadu erat dengan alam penghayatannya, terutama dengan emosi atau perasaannya. Hal ini jelas terungkapkan dengan lagu, irama, dan suara anak sewatu ia mengucapkan kata-kata atau kalimat.
Menurut Desmita ( 2009 : 138 ) perkembangan bahasa anak yang sesuai dengan norma tata bahasa, belum bisa selesai pada usia 12-18 tahun. Oleh karena itu anak harus banyak belajar bicara baik dengan menggunakan bahasa yang halus. Pengembangan kemampuan dasar di TK meliputi beberapa pengembangan berbahasa. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan sarana yang sangat penting dalam kehidupan anak. Disamping itu bahasa juga merupakan alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain yang sekaligus berfungsi untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Mengingat besarnya peranan pengembangan bahasa bagi kehidupan anak, maka perlu dikembangkan pada anak didik sejak usia Taman Kanak- Kanak.
Pengembangan kemampuan berbahasa di TK bertujuan agar anak didik mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Lingkungan yang dimaksudkan adalah lingkungan di sekitar anak antara lain lingkungan teman sebaya, teman bermain, orang dewasa, baik yang ada di sekolah, dirumah maupun dengan tetangga di sekitar tempat tinggalnya.
3.      Karakteristik perkembangan bahasa anak usia dini
Berdasarkan dimensi perkembangan bahasa anak usia dini, pada usia 4- 6 tahun memiliki karakteristik perkembangan, antara lain :
a.       Dapat berbicara dengan menggunakan kalimat sederhana yang terdiri dari 4-5 kata.
b.       Mampu melaksanakan tiga perintah lisan secara berurutan dengan benar.
c.        Senang mendengarkan dan menceritakan kembali cerita sederhana dengan urut dan mudah dipahami.
d.       Menyebut nama, jenis kelamin dan umurnya. menyebut nama panggilan orang lain (teman, kakak, adik, atau saudara yang telah dikenalnya ).
e.        Mengerti bentuk pertanyaan dengan menggunakan apa, mengapa dan bagaimana.
f.        Dapat mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kata apa, siapa, dan mengapa.
g.        Dapat menggunakan kata depan seperti di dalam, di luar, di atas, di bawah, di samping.
h.       Dapat mengulang lagu anak- anak dan menyanyikan lagu sederhana.
i.         Dapat menjawab telepon dan menyampaikan pesan sederhana.
j.         Dapat berperan serta dalam suatu percakapan dan tidak mendominasi untuk selalu ingin didengar
4.      Kemampuan Bahasa
Kemampuan berbahasa merupakan salah satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar yang telah dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. pengembangan kemampuan berbahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa indonesia. Sesuai dengan standart kompetensi dasar berbahasa adalah anak mampu mendengarkan, berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata dan mengenal simbol-simbol yang melambangkannya untuk persiapan membaca dan menulis.
Pengembangan kemampuan berbahasa ini hendaknya menggunakan pendekatan yang berpedoman pada suatu program kegiatan yang telah disusun dan berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak, kebutuhan anak, bermain sambil belajar, menggunakan pendekatan tematik, kreatif dan inovatif, lingkungan kondusif, dan mengembangkan kecakapan hidup.
Pengembangan bahasa anak usia dini secara keseluruhan melalui mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis dan apresiasi (the whole language).
5.      Keterampilan Bahasa
Keterampilan Bahasa Anak Usia dini adalah, kemampuan anak dalam mengungkapkan ataupun menerima bahasa baik secara lisan maupun tulisan. Ada 4 keterampilan bahasa pada anak usia dini, yatu :
a.       Keterampilan berbahasa
Dapat ditunjukkan oleh anak dalam perilaku : menyapa, memperkenalkan diri, bertanya, mendiskripsikan, melaporkan kejadian, menyatakan suka / tidak suka, meminta ijin, bantuan, mengemukakan alasan, memerintah atau menolak sesuatu.
b.       Keterampilan mendengar
Dapat ditunjukkan oleh anak dalam perilaku : mendengarkan perintah, mendengarkan pertanyaan, mendengarkan orang yang sedang bercerita dan mendengarkan orang yang memberi petunjuk.
c.        Keterampilan berbicara
Dapat ditunjukkan oleh anak dalam perilaku : mengembangkan keterampilan bertanya, menyiapkan kegiatan yang dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menggunakan berbagai kegiatan yang bervariasi.
d.       Keterampilan membaca
Membaca adalah kegiatan yang melibatkan unsur auditif (pendengaran) dan visual (pengamatan)
6.      Fungsi Bahasa
Bicara merupakan salah satu alat komunikasi yang paling efektif. Semenjak anak masih bayi, sering kali menyadari bahwa dengan mempergunakan bahasa tubuh dapat terpenuhi kebutuhannya. Namun hal tersebut kurang mengerti apa yang dimaksud oleh anak. Oleh karena itu baik bayi maupun anak kecil selalu berusaha agar orang lain mengerti maksudnya. Hal ini yang mendorong orang untuk belajar berbicara dan membuktikan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk-bentuk komunikasi yang lain yang dipakai anak sebelum pandai berbicara. Karena bagi anak, bicara tidak sekedar merupakan prestasi akan tetapi juga berfungsi untuk mencapai tujuannya, misalnya:
a.       Sebagai pemuas kebutuhan dan keinginan.
Dengan berbicara anak mudah untuk mcnjelaskan kebutuhan dan keinginannya tanpa harus menunggu orang lain mengerti tangisan, gerak tubuh atau ekspresi wajahnya. Dengan demikian kemampuan berbicara dapat mengurangi frustasi anak yang disebabkan oleh orang tua atau lingkungannya tidak mengerti apa saja yang dimaksudkan oleh anak.

b.      Sebagai alat untuk menarik perhatian orang lain.
Pada umumnya setiap anak merasa senang menjadi pusat perhatian orang lain. Dengan melalui keterampilan berbicara anak berpendapat bahwa perhatian orang lain terhadapnya mudah diperoleh melalui berbagai pertanyaan yang diajukan kepada orang tua misalnya apabila anak dilarang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Di samping itu berbicara juga dapat untuk menyatakan berbagai ide, sekalipun sering kali tidak masuk akal bagi orang tua, dan bahkan dengan mempergunakan keterampilan berbicara anak dapat mendominasi situasi sehingga terdapat komunikasi yang baik antara anak dengan teman bicaranya.
c.       Sebagai alat untuk membina hubungan sosial.
Kemampuan anak berkomunikasi dengan orang lain merupakan syarat penting untuk dapat menjadi bagian dari kelompok di lingkungannya. Dengan keterampilan berkomunikasi anak-anak lebih mudah diterima oleh kelompok sebayanya dan dapat memperoleh kesempatan lebih banyak untuk mendapat peran sebagai pcmimpin dari suatu kelompok, jika dibandingkan dengan anak yang kurang terampil atau tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.
d.      Sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri.
Dari pernyataan orang lain anak dapat mengetahui bagaimana perasaan dan pendapat orang tersebut terhadap sesuatu yang telah dikatakannya. Di samping anak juga mendapat kesan bagaimana lingkungan menilai dirinya. Dengan kata lain anak dapat mengevaluasi diri melalui orang lain.
e.        Untuk dapat mecmpengaruhi pikiran dan perasaan orang lain.
Anak yang suka berkomentar, menyakiti atau mengucapkan sesuatu yang tidak menyenangkan tentang orang lain dapat menyebabkan anak tidak populer atau tidak disenangi lingkungannya. Sebaliknya bagi anak yang suka mcngucapkan kata-kata yang menyenangkan dapat merupakan modal utama bagi anak agar diterima dan mendapat simpati dari lingkungannya.
f.       Untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
Dengan kemampuan berbicara yang baik dan penuh rasa percaya diri anak dapat mempengaruhi orang lain atau teman sebaya yang berperilaku kurang baik menjadi teman yang bersopan santun. Kemampuan dan keterampilan berbicara dengan baik juga dapat merupakan modal utama bagi anak untuk menjadi pemimpin di lingkungan karena teman sebayanya menaruh kepercayaan dan simpatik kepadanya.